KOMITMEN SEORANG AKTIVIS KAMPUS





                                                                By : Diinu Tsabitul Azmi


  • Introduction  

     Wajah baru seseorang ketika singgah di dunia kampus. bermula saat ia hendak masuk salah satu perguruan tinggi di Indonesia, dengan penuh percaya diri pada akhirnya ia mampu membuktikan bahwa seorang Aktivis muda berlatar belakang sosialis mampu menjelma menjadi seorang yang ideologis. pada masa awal pertumbuhan dan perkembanganya, ia memiliki banyak orientasi pemikiran yang terwujud dalam sebuah unit kegiatan mahasiswa di internal kampus. seorang ideologis pada dasarnya merupakan representasi dari sekumpulan ide dan gagasan ataupun jika kita mengambil dari sudut pandang islam, ia merupakan suatu Aqidah Aqliyah (Aqidah yang sampai melalui proses berpikir) ia mampu melahirkan aturan-aturan baru dalam hidupnya meski masih  terdistracted oleh hal hal yang bersifat eksternalis. 

      Kaum eksternalis sendiri beranggapan bahwa kewenangan utama terdapat pada fitrah yang sering disebut Kredo (Pengakuan Iman) hal tersebut berlatar filosofis tetapi bersifat nasionalis seakan - akan menjadi pengaruh munculnya semangat dan rela berjuang yang sering digelorakan. pada dasarnya hal itu hanya sebatas sifat kaum eksternalis yang dilihat dari sudut pandang filosofis. 

     Pada babak pertengahan dalam skala internal, ia berusaha menjadi seorang aktivis kampus yang memiliki integritas dan menyukai perubaha. ia memiliki orientasi pemikiran yang asbtrak tetapi sangat relevan kala itu dengan keadaan yang mampu memaksa seluruh kegiatan menjadi kondisional. sampailah pada tahap penemuan jati diri seorang aktivis kampus, ia sudah berani berpikir out Of The Box tetapi masih ragu dalam menetapkan pilihan terhadap sekian banyak regulasi yang dihadapnya. jalan tengahnya adalah ia mengambil pola pikir Thoughts go with the flow (Mengikuti Arus kemana ia mengalir) tetapi jangan salah persesi bahwa ia hanya mengalir tanpa memikirkan sekitarnya, justru ia mengalir mengikuti arus yang deras dibanding arus yang membawa ia tenang. 

"Man Arofa Nafsahu Arrofa Rabbahu" begitulah ungkapan yang disandarkan padanya. ia mencoba menggali cerita lama yang berwujud (Kenali dirimu Lebih dalam lalu temukan jati diri yang amat besar yang telah tuhan berikan) yang kemudian berganti pada wujud masa kini untuk menyongsong masa depan (Memahami, adalah pelajaran seumur hidup). makna sederhananya adalah menjauhi Overthingking, memulai sesuatu dari sebab, mengakhirinya dengan wujud Output, Outcome dan Impact. begitulah keadaanya, meski semuanya kembali pada keadaan kondisionalnya, ia berharap mendapat ruang hidup yang terus berdampak dan bermanfaat. 


  • Peak Discussion  

   Mengambil sudut pandang yang rasional, seorang aktivis kampus harus memiliki gaya dan pembawaan yang cenderung menarik, bukan hanya sebagai pusat perhatian, ia akan mampu menjadi seorang yang memiliki suri tauladan. saat dihadapkan dengan kenyataan mungkin akan terasa sulit jika seorang aktivis hanya memiliki Value bagi lingkungan atau circlenya, lebih jauh dari itu iya harus mampu bersikap adaptif namun tidak Toxic, mampu memberi energi positif namun tidak tertinggal pula wujud karismatik. 

     Dalam catatan historisnya, seorang aktivis seperti ini cenderung memiliki hasrat untuk menjadi seorang Minoritas yang di kagumi, artinya ia akan menjadi seorang public Figur, rolemodel, serta Center of Human, tetapi tantangan yang harus dilewatinya sangat berat, meski bagian dari konsekuensi tetapi kembali pada prinsip awal bahwa Thoughts go with the flow (Mengikuti Arus kemana ia mengalir) adalah kewenangan diri yang mengatur Mindset. 


  • Conclusion
  1. Wujud nyata seorang aktivis kampus terlihat dari sisi karismatik, ia memiliki komitmen kuat untuk menghindari otoriterisasi dan memilih tampil ideal serta rendah hati. 
  2. Bentuk komitmen seorang aktivis kampus tidak hanya dilihat dari luar (penampilan) tetapi melalui sentuhan ajaibnya ia mampu memberi energi positif bagi sekitarnya.
  3. Seorang aktivis kampus berusaha meneguhkan hatinya dan menetapkan porinsip juangnya untuk belajar dan mengabdi, bukan sebatas bekerja lantas menghilang dan pergi. 




Komentar